Berita Lain

Indeks Berita

HotMusic » Music News
Jumat, 30/07/2010 20:44 WIB
Jazz @ Fort Rotterdam 2010
Sensasi Baru Pagelaran Jazz di Benteng Bersejarah Makassar
Muhammad Nur Abdurrahman - hotMusic



Jazz @ Fort Rotterdam 2010
Jakarta - Menikmati alunan musik jazz di kafe atau di gedung teater mungkin sudah biasa bagi para pecinta jazz tanah air. Tapi, jika festival musik jazz digelar di sebuah benteng bersejarah tentunya menjadi sensasi berbeda bagi para penggemar jazz di negeri ini. Seperti festival 'Jazz @ Fort Rotterdam 2010' (JFR 2010), yang digelar oleh One Note Entertainment dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, di benteng Fort Rotterdam, Makassar, sabtu-minggu, (31 Juli-1 Agustus 2010).

Pagelaran jazz akbar yang kedua kalinya di Makassar ini, yang bertajuk '2nd Annual Jazz @ Fort Rotterdam', menampilkan para pendekar jazz tanah air, seperti Krakatau Band, Barry & Benny Likumahua, Idang Rasjidi, Balawan, Andien, Nikita Dompas, Aksan Sjuman, Oele Pattiselano, Zarro & Mercy Dumais, Cendy Luntungan, Jefry Tahalele, Iwan Mirats, serta Dwiki Dharmawan dan World Peace Orchestra (WPO), grup orkestra milik Dwiki.

Selain bertabur musisi jazz dari ibukota, pagelaran ini juga memberi kesempatan pada musisi jazz Makassar untuk nimbrung di JFR 2010, seperti La'biri Band yang akan berkolaborasi dengan Krakatau Band, Rizcky & The Stranger, Groundstroke D'Exclusive, 51stAvenue The Voice dan Dakochank Junior Jazz Band.

Dalam jumpa pers yang digelar panitia JFR 2010, di benteng Fort Rotterdam, jumat (30/7/2010), Dwiki Darmawan merasa mendapat energi yang berbeda dengan bermain musik jazz di kawasan warisan sejarah benteng yang dulunya bernama Benteng Pannyua, benteng peninggalan Raja Gowa IX I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi Kallonna, yang didirikan pada tahun 1545.

Suami Ita Purnamasari ini juga berharap JFR 2010 bisa mengajak para kawula muda, khususnya di Makassar, untuk mengenali akar budaya dan nilai-nilai sejarah bangsanya. "Saya khawatir di kalangan remaja banyak yang tidak mengetahui sejarah daerahnya, terutama musik khas daerahnya, selain bisa mempromosikan Indonesia ke mancanegara, JFR juga harus mengajak anak-anak muda untuk mencintai apa yang dimiliki oleh bangsanya," pungkas pemain keyboard Krakatau Band ini.

Sedangkan menurut Hendra Sinadia, Founder One Note Indonesia, penyelenggara perhelatan jazz ini, ia berharap lewat even JFR kali ini bisa mengenalkan nama Makassar di mancanegara, sebagai kota yang memiliki keterikatan sejarah dengan kota Rotterdam, salah satu kota di Belanda yang terkenal dengan musik jazz-nya. "Pada 21 Mei 2010 lalu, kami berhasil memperkenalkan JFR di Tongtong Festival, di Den Hag, Belanda, dengan penampilan Tohpati, berikutnya kami berharap JFR bisa diterima di kota Rotterdam," tandas Hendra.

Bagi yang berminat untuk menyaksikan pertunjukan yang digelar di dua panggung terpisah, di dalam kawasan Benteng Fort Rotterdam ini, dapat membeli tiket masuk JFR hanya dengan Rp 100 ribu untuk 1 hari pertunjukan dan Rp 180 ribu untuk 2 hari pertunjukan.

 (djo/hkm)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Update gossip DetikHot dari HP-mu!
Ketik REG DH kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk
The HOTtest mailinglist in town. Entertainment, lifestyle, and Love Sex Life article. You named it we got it! Join now, detikhot-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di iklan[at]detikhot.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).